Semakin Parah

I Gede Wiska
KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, SPt., menilai, tren banjir yang terjadi di Kota Mataram belakangan ini, semakin parah. Terbukti pada beberapa kali banjir yang terjadi di Mataram menunjukkan kondisi yang lebih buruk ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu banjir besar juga terjadi di Mataram. Tetapi, banjir kali ini dianggap paling parah dibandingkan tahun sebelumnya.

‘’Kalau saya lihat memang kemarin, air besar dari timur. Artinya kemarin kita lihat bahwa debit air yang masuk ke Unus sangat tinggi sekali,’’ ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Kamis (15/12). Kondisi ini diperparah dengan terjadinya penyempitan di daerah hilir ditambah dengan tidak terkontrolnya bangunan yang melintasi pinggiran sungai berikut sedimentasi yang menumpuk, sehingga mencapai puncaknya Rabu sore kemarin. Persoalan yang menyebabkan banjir, tidak sama di semua kelurahan yang menjadi korban banjir kemarin.

Dalam penanganannya memang harus melibatkan semua pihak. Baik Pemkot Mataram, Balai Wilayah Sungai maupun Pemprov NTB diharapkan dapat berjibaku melakukan normalisasi sungai dan saluran yang ada di Kota Mataram. ‘’Sungainya mungkin perlu dilakukan normalisasi atau perlu dibuatkan sodetan-sodetan,’’ ujarnya. Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, idealnya memang harus ada solusi konkret dari semua pihak.

Solusi penanganan banjir tidak bisa serta merta hanya dibebankan kepada Pemkot Mataram. Wiska mengatakan, solusi atas persoalan banjir di Mataram harus cepat dilakukan. Paling tidak, solusi jangka pendek seperti normalisasi, ataupun membuat tanggul. Karena seperti diketahui, akibat banjir kemarin, sejumlah tanggul di Kota Mataram, jebol. Pihaknya, lanjut Wiska, meragukan pernyataan Kepala Dinas PU Kota Mataram beberapa waku lalu yang menyatakan bahwa titik gennagan di Kota mataram, sudah berkurang.


Bahkan, rencananya, Senin (19/12) komisi yang membidangi masalah pembangunan ini, akan memanggil Kepala Dinas PU Kota Mataram. ‘’Jalan-jalan semua jadi sungai kemarin,’’ sesalnya. Wiska tidak setuju kalau banjir parah kemarin dikategorikan dalam siklus lima tahunan. ‘’Ini bukan lagi siklus lima tahunan. Ini terjadi setiap tahun,’’ pungkasnya. Apalagi sekarang perubahan musim tidak bisa diprediksi. (fit)

Komentar