Serahkan kepada Ahlinya

I Nyoman Yogantara
SEKRETARIS Komisi IV DPRD Kota Mataram, I Nyoman Yogantara merasa kecewa. Pasalnya, dua SKPD yang menjadi mitra kerja Komisi IV, yakni Dinas Kesehatan Kota Mataram dan Dinas Budpar (Kebudayaan dan Pariwisata) Kota Mataram, masuk dalam kategori zona merah. Status zona merah yang disematkan kepada dua SKPD ini, karena dua SKPD itu, serapan anggarannya di bawah 50 persen.

Kondisi ini, kata Yoga, jelas kontra dengan keinginan Pemkot Mataram melakukan percepatan pembangunan. Ia mencontohkan proyek puskesmas milik Dinas Kesehatan Kota Mataram mestinya harus disegerakan agar tidak molor seperti sekarang ini. ‘’Sudah jelas, eksekusi anggaran jadinya tidak maksimal,’’ katanya. Selain itu masyarakat juga dirugikan. Karena fasilitas seperti puskesmas, tentu tidak sedikit masyarakat yang membutuhkannya.

‘’Dengan belum rampungnya pembangunan puskesmas ini, masyarakat yang hendak berobat ke rumah sakit, harusnya mendapat rujukan terlebih dahulu dari rumah sakit, akan menjadi kebingungan,’’ sesalnya. Ini seharusnya menjadi pemikiran serius Kepala Dikes Kota Mataram. Jika pembangunan beberapa puskesmas yang sedang ditangani Dikes Kota Mataram tidak rampung hingga akhir tahun ini, sudah pasti nantinya akan menjadi Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran).

‘’Masyarakat tidak bisa mendapatkan manfaat dari puskesmas yang seharusnya rampung Desember ini,’’ katanya. Poltisi PDI Perjuangan ini menduga, salah satu penyebab molornya proyek puskesmas, karena proyek itu dikerjakan oleh yang bukan ahlinya. Mestinya Dikes berkoordinasi dengan Dinas PU sebagai SKPD teknis yang mengerti masalah pembangunan fisik.

‘’PU kan dari sisi anggaran tahu, volume kerjanya tahu, jeda waktunya tahu dia, sekian bulan selesai. Nah, ketika yang bidangnya memang beda, disuruh menggarap, itu memaksakan diri,’’ katanya. Yoga menganggap molornya proyek puskesmas itu sebagai sesuatu yang wajar mengingat pembangunannya dikerjakan bukan oleh ahlinya. ‘’Kalau masalah bangunan serahkan kepada PU. Dinas Kesehatan seharusnya fokus menangani kesehatan masyarakat,’’ pungkasnya. Kalaupun dipaksakan, ia meyakini hasilnya tidak akan maksimal. (fit)

Komentar