| Abdul Malik |
RENCANA
Dinas Perdagangan Kota Mataram membentuk Satgas PKL, ditanggapi anggota Komisi
II DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, S.Sos, Jumat (6/1). ‘’Tugas dan fungsi
Satgas PKL itu apa,’’ tanya Malik. Sebab, kalau hajatan membentuk Satgas PKL,
hanya untuk penertiban PKL, itu dinilai tidak efektif. Karena tugas itu sudah
dilaksanakan oleh Satpol PP.
‘’Itu
ranahnya Satpol PP. Jangan sampai tugas Satgas ini over lapping dengan Pol PP,’’ kata Malik mengingatkan. Lagipula,
lanjut politisi Golkar ini, masalah penataan PKL sesungguhnya sudah ada
pelimpahan wewenang dari Walikota kepada kecamatan dan kelurahan. Untuk zonasi
PKL, katanya, ditentukan oleh kelurahan.
‘’Kalau
penataan PKL, kan sudah diserahkan ke kelurahan,’’ tegasnya. Malik mengingatkan
bahwa pembentukan Satgas otomatis akan berimplikasi terhadap biaya. Minimal
biaya untuk membayar insentif satgas tersebut. Ia menyayangkan munculnya ide
pembentukan Satgas PKL ini setelah APBD Kota Mataram tahun anggaran 2017
ditetapkan.
‘’Apalagi
inikan APBD sudah diketok, terus anggaran darimana untuk menggaji mereka
(Satgas PKL, red),’’ ujarnya. Dewan, demikian Malik, memang selalu mendorong
penataan PKL yang lebih baik di Mataram. Jika Satgas PKL dipandang perlu, Dewan
tentu akan mendukung kebijakan tersebut. Namun demikian, anggota Dewan dari
dapil Cakranegara ini mengingatkan, harus ada kajian akademis filosofi yang
menjadi dasar pembentukan Satgas PKL itu.
Karena
di daerah lain, sambung Malik, belum ada yang membuat satgas PKL. Dia mencontohkan,
Kota Bandung dengan penataan PKL yang sudah rapi, tidak membentuk Satgas.
‘’Makanya jangan sampai kita latah membentuk Satgas karena sebelumnya sudah ada
Satgas Anjal, kemudian Satgas Pertamanan dan sekarang kita ingin membentuk
Satgas PKL,’’ demikian Malik.
Menurut
Malik, tanpa membentuk satgaspun, PKL di Kota Mataram bisa tertata rapi. Yang
penting, katanya, harus regulasi pendukung yang jelas. ‘’Silahkan buatkan
klasternya. Misalnya pusat kuliner di mana. Pusat oleh-oleh di mana dan lain
sebagainya,’’ imbuh Malik. Sehingga, ketika ada tamu yang datang berkunjung ke
Mataram, mereka tidak akan kebingungan untuk mencari pusat kuliner maupun
sentra kerajinan tangan dan lain-lain. (fit)
Komentar