| Ismul Hidayat |
SALAH
satu program unggulan Pemkot Mataram, yakni PER (Program Ekonomi Kerakyatan) ternyata belum dirasakan oleh masyarakat. Hal ini
diungkapkan oleh masyarakat dalam reses yang dilaksanakan Anggota DPRD Kota
Mataram, Ismul Hidayat, baru-baru ini. Terkait perekonomian, seperti diketahui
akhir-akhir ini perekonomian masyarakat terasa berat. Di mana, masyarakat
justru belum merasakan kehadiran program pemerintah yang bernama PER.
"Pendapat
saya, seharusnya ketika dia menjadi program prioritas, dan menggerakkan ekonomi
masyarakat, ini harus terasa," ujar Ismul kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (8/2). Karena meskipun Pemkot
Mataram mengklaim rutin menggulirkan bantuan modal usaha, nyatanya masyarakat
belum merasakan kontribusinya.untuk itu, dia menyarankan agar program ekonomi
kerakyatan itu lebih tepat sasaran. "Seperti apa bentuknya, sebagaimana
masyarakat merasakan masifnya pengaspalan jalan,’’ kata Ismul.
"Pengaspalan
jalan diapresiasi di Kota Mataram," cetusnya. Karena itu memang dana-dana
yang berasal dari pusat. Menurut ismul, sistem distribusi bantuan modal usaha
itu yang perlu diubah. "Kalau pemerintah sudah menggulirkan bantuan, tapi
masyarakat belum merasakan, berarti sistemnya perlu diubah," pungkasnya. Dewan,
kata Ismul, tidak mau perekonomian masyarakat hanya dimainkan oleh segelintir
oknum. Seperti lembaga koperasi yang tidak resmi. "Dan ini banyak catatan
di bawah," imbuhnya. Koperasi tidak resmi ini menggulirkan dana kepada
masyarakat dengan bunga yang tinggi.
Selain
PER yang belum dirasakan, masyarakat di Kelurahan Monjok yang merupakan salah
satu kelurahan yang masuk dalam Daerah Pemilihan Selaparang juga menyoroti
masalah drainase. "Masalah drainase masih menjadi perhatian
masyarakat," kata Politisi PKS ini. Hal itu, katanya, sangat terlihat
ketika hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi. "Air berserakan di
jalan raya karena tidak berfungsinya beberapa saluran. Ada juga pembangunan
trotoar yang dilakukan oleh pemerintah, justru menutup saluran. Sehingga air
tidak bisa masuk ke saluran," sesalnya. Aspirasi lainnya, lanjut anggota
dewan dari Dapil Selaparang ini, yaitu terkait nihilnya lapangan. "Ini muncul
ketika kita membahas permasalahan pemuda," ucapnya. Baik dampaknya kepada
miras dan narkoba. Sehingga itu menjadi pertanyaan kaum muda. Tidak adanya lapangan
ini, mengganggu kreativitas pemuda. (fit)
Komentar