Kocok Ulang AKD

Muhtar
DPRD Kota Mataram merencanakan akan melakukan kocok ulang AKD (Alat Kelengkapan Dewan). ‘’Mungkin setelah reses. Teman-teman Dewan mulai reses tanggal 2 Februari sampai tanggal 8 Februari,’’ ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., kepada Suara NTB di Mataram kemarin.

Muhtar yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Mataram memberi gambaran, bahwa untuk fraksinya, diharapkan mendapatankan minimal seperti dua setengah tahun pertama ini. Untuk diketahui, Fraksi Gerindra dengan enam kursi di DPRD Kota Mataram, berhasil mendudukkan anggotanya di beberapa AKD. Selain mendapat jatah Wakil Ketua I, anggota Fraksi Gerindra juga mendapat jatah kursi Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, wakil Ketua Komisi IV dan anggota Badan Kehormatan DPRD Kota Mataram.

’Nah pada yang sekarang ini juga harus kita dapat. Harus ada keterwakilan kita di unsur pimpinan AKD,’’ ujarnya. Bahkan, kalau memungkinkan, Gerindra ingin seperti Golkar yang mendudukkan dua anggotanya di kursi pimpinan AKD. Dimana Golkar menduduki kursi Ketua Komisi IV dan Ketua BK DPRD Kota Mataram. ‘’Kalau bisa kita juga ingin seperti,’’ cetusnya.

Namun demikian, semua nanti akan kita komunikasikan. Terkait bagaimana formulasi Fraksi Gerindra menempatkan wakil-wakilnya, akan menjadi bahasan internal Fraksi Partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Muhtar tak menyangkal, keinginan dari anggota Fraksi Gerindra agar ditempatkan dimana, pasti ada. ‘’Nanti keinginan-keinginan itu akan diakomodir,’’ cetusnya.

Muhtar menegaskan, penempatan anggota, tergantung fraksinya masing-masing. ‘’Kan fraksi itu perpanjangan tangan dari partai. Itu perintah partai. Kalau sudah perintah, suka tidak suka ya harus dijalani,’’ imbuhnya.


Tetapi idealnya, lanjut Muhtar, anggota Fraksi harus mau ditempatkan di komisi mana saja. Karena sebagai wakil rakyat, anggota Dewan dituntut memiliki wawasan tentang berbagai bidang. Sehingga tidak monoton pada bidang yang itu-itu saja. Jika anggota Dewan hanya betah pada posisi tertentu saja, dikhawatirkan pengetahuannya akan stagnan. ‘’Jadi seperti halnya ASN (Aparatur Sipil Negara), justru, hal itu dapat mengatasi kejenuhan,’’ pungkasnya. Agenda kocok ulang AKD diharapkan dapat menjadi semangat baru bagi anggota Dewan. (fit)

Komentar