| Fuad Sofian Bamasaq |
TERTANGKAPNYA
oknum nelayan di Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan, mencoreng citra kecamatan
itu. Pasalnya beberapa bulan lalu, para pemuda di Ampenan, mendeklarasikan diri
untuk menjauhi narkoba. Deklarasi ini digagas oleh anggota Komisi I DPRD Kota
Mataram, Fuad Sofian Bamasaq, SH. Fuad yang dikonfirmasi Suara NTB, kemarin, menyatakan, dirinya justru mengapresiasi kerja
kepolisian yang menangkap oknum nelayan tersebut.
Tertangkapnya
oknum nelayan yang diduga pengedar narkoba itu sebagai bentuk partisipasi
masyarakat yang telah memberikan informasi terkait aktivitas perdagangan
narkoba di sana. ''Itu bukti masyarakat kita tidak takut lagi melapor kepada
aparat melalui RT, kepala lingkungan, lurah maupun bhabinmaspol,'' terangnya.
Fuad membantah kalau tertangkapnya oknum nelayan itu sebagai bentuk
kegagalannya mengedukasi masyarakat bagaimana menjauhi narkoba.
Menurut
anggota Dewan dari dapil Ampenan ini, bahwa aparat tidak akan mengetahui begitu
saja tanpa ada informasi dari masyarakat. Pihaknya, lanjut Fuad, tetap
mensosialisasikan bahaya narkoba hingga ke tingkat nelayan. ‘’Jadi kami tidak
tidur dan tidak diam,’’ cetusnya. Terkait tertangkapnya oknum nelayan yang
diduga penjual narkoba, Fuad mengaku tidak mengetahui apakah oknum nelayan
tersebut warga asli Banjar atau bukan.
‘’Apakah
itu hanya tamengnya saja menjadi nelayan, kan kita ndak tahu,’’ imbuhnya. Namun demikian terkait temuan narkoba, itu
tentu menjadi ranah aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Setelah
kejadian ini, Fuad berjanji bahwa sosialisasi akan dilakukan secara massif
melibatkan RT, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan kaum ibu.
Kaum
ibu dianggap sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap anak-anak mereka.
‘’Insya Allah saya akan berunding dengan Pak Lurah untuk kita dapat berkumpul
membicarakan hal ini,’’ pungkasnya. Karena salah satu ancaman terbesar
masyarakat saat ini, adalah narkoba. Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan
ini tidak menyangkal bahwa harga yang tinggi, kemungkinan menjadi alasan utama
oknum nelayan itu beralih profesi menjadi penjual narkoba.
Apalagi
SDM para nelayan, rata-rata masih minim. Kondisi ini, mestinya disikapi oleh
pemerintah untuk lebih menggencarkan sosialisasi bagi kalangan nelayan. ‘’Juga
memperhatikan nelayan-nelayan yang kurang mampu ini,’’ tutupnya. (fit)
Komentar