Kendalikan Harga Cabai

Misban Ratmaji
WAKIL Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., angkat bicara terkait beredarnya cabai impor di Mataram. "Cabai impor dari luar negeri, itu wewenang negara untuk mengawasinya melalui Ditjen Bea dan Cukai," sebutnya. Begitupula ketika cabai impor itu masuk ke Pulau Lombok, tentu itu merupakan kewenangan provinsi melalui pelabuhan. Sedangkan di Kota Mataram wewenangnya jauh dari itu.

"Kan ekspor impor itu menjadi tanggung jawab negara," cetusnya. Terkait cabai impor, peran Dinas Perdagangan adalah mengendalikan harga. Terutama mengawasi kualitas mutu cabai impor itu. Misban berharap, tatkala masuk pasar Kota Mataram, ini juga diawasi. "Dalam hal berjualan di Mataram kan mereka sudah dari awal," katanya.

Di tengah harga cabai yang bergejolak, kemudian ada pedagang yang menjual dengan harga murah, patut dipertanyakan bahkan dicari tahu darimana asal cabai yang dijual dengan harga murah itu. "Kalau dinas pertanian yang melaporkan itu, maka pihak berwajib harus melakukan penelusuran lebih lanjut. "Darimana bisa masuk ke Mataram, tentu lewat bandara ataupun pelabuhan," katanya.

Misban tidak menyangkal, dengan masuknya cabai impor ke Mataram, membuat konsumen merasa senang. "Dia (masyarakaat) tidak lagi memikirkan petani," imbuhnya. Sementara di lain pihak, kalau pemerintah membiarkan ini langka, tentu konsumen yang dirugikan. Menurut politisi PKPI ini, apapun bentuknya, baik cabai basah maupun cabai kering, ketika diimpor, haruslah memenuhi persyaratan. Namun demikian pemerintah tidak bisa melarang masuknya cabai itu ke Mataram.


Yang penting, cabai yang diimpor itu memenuhi persyaratan kesehatan. "Jadi intinya, yang masuk ke pasar itu yang penting sehat," ungkapnya. Tidak hanya cabai, ikan juga perlu diuji laboratorium. Terutama, ikan-ikan yang berasal dari luar. Demikian pula buah-buahan, banyak pula yang berasal dari luar daerah. Sehingga, hal tersebut membutuhkan perhatian khusus. (fit)

Komentar