| Herman |
ANGGOTA
Komisi II DPRD Kota Mataram, Herman, AMd., menyayangkan belum siapnya anggaran
untuk operasional kendaraan roda tiga yang pengadaannya dihajatkan sebagai
angkutan sampah di lingkungan-lingkungan. "Harus diakui bahwa ke depan
ketika membuat suatu program harus betul-betul detail," katanya kepada
Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (20/3). Hal ini, katanya, harus menjadi
bahan evaluasi. "Jangan sampai suatu program diajukan tanpa
menyeluruh," ujarnya mengingatkan.
Seharusnya,
lanjut Herman, pengadaan kendaraan roda tiga menjadi satu kesatuan dengan
penganggaran biaya operasionalnya. Ia khawatir ketika pengadaan kendaraan roda
tiga sudah selesai, justru akan mangkrak karena anggaran operasional yang belum
siap. "Mangkraknya ini yang jadi masalah," cetusnya. Apalagi pengadaan kendaraan roda tiga itu
sejumlah lingkungan yang ada. Seperti diketahui, jumlah lingkungan di Mataram
saat ini sekitar 325 lingkungan.
Politisi
Gerindra ini berharap, biaya untuk operasional kendaraan roda tiga segera
dianggarkan dalam APBDP 2017. Karena, hal itu membuat resah kalangan kepala
lingkungan. Bahkan sejumlah kepala lingkungan mengira bahwa pengadaan kendaraan
roda tiga itu batal dilakukan. "Ternyata ini memang kurang
sosialisasi," sesalnya. Herman menilai program pengadaan kendaraan roda
tiga terlalu terburu-buru. Karena, anggaran-anggaran terkait pengadaan
kendaraan roda tiga itu, belum disiapkan secara detail.
Salah
satu contoh nyata adalah tercecernya item anggaran untuk operasional kendaraan
roda tiga tersebut. Herman mewanti-wanti, jangan sampai pengadaan kendaraan
roda tiga itu hanya untuk meredam masalah. "Justru seperti ini, malah
menimbulkan masalah," ucapnya. Karena memang para kaling sering
mempertanyakan kapan dana lingkungan digelontorkan. Ia menganggap, pengadaan
kendaraan roda tiga, belum menjadi program yang benar-benar siap.
Padahal,
dalam kondisi konkret, keberadaan kendaraan roda tiga sangat dibutuhkan oleh
masyarakat. Terutama untuk mengatasi sampah di TPS liar. ‘’Makanya kita
ingatkan kepada eksekutif, jangan sampai hanya mengejar pencitraan,’’
pungkasnya. Karena, pengadaan kendaraan roda tiga merupakan janji Walikota
Mataram. Sebetulnya pengadaan kendaraan roda tiga bukan sesuatu yang luar
biasa.
Karena,
Pemkot Mataram juga sudah sering menangani pengadaan kendaraan. Seperti
pengadaan kendaraan dinas di masing-masing SKPD. ‘’Kan bisa, kenapa yang ini
terlewatkan,’’ sesalnya. (fit)
Foto:
Herman (Suara NTB/fit)
Komentar