| Lalu Suriadi |
ANGGOTA
Komisi IV DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE., mengaku setuju dengan rencana
Dinas Dikbud (Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Mataram yang berencana
memberlakukan pola zonasi pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) nanti.
"Itu saya setuju asalkan jangan sampai terjadi kesemrawutan," katanya
kepada Suara NTB di Mataram kemarin.
Selama
ini Dinas Dikbud Kota Mataram belum menerapkan pola zonasi karena penerimaan
siswa baru menggunakan pola online yang berdasarkan besaran nilainya. "Itu
mulai kita kurangi karena kurang baik menurut kita," katanya. Seperti
diketahui bahwa PPDB pola zonasi itu, menggunakan pendekatan tempat tinggal.
"Itu
yang saya katakan dari dulu. Kita dekatkan siswa dengan sekolah," katanya.
Menurut Suriadi, penerapan zonasi dengan pendekatan tempat tinggal memiliki
banyak keuntungan. Seperti risiko perjalanan, biaya dan lain sebagainya.
"Itu bisa dikurangi dengan mendekatkan siswa dengan sekolah,"
ucapnya.
Suriadi
mengingatkan agar penerapan pola BL itu berhasil maka Pemkot Mataram harus
konsekuen. Sama halnya seperti penerapn BL. "Kembalikan BL pada
titahnya," saran politisi PAN ini. Dia tidak menyangkal bahwa dulunya BL
dimaknai dengan titipan. Padahal seharusnya BL juga mengacu pada pola zonasi.
Keberhasilan penerapan pola BL tergantung bagaimana Pemkot Mataram melalui
Dinas Dikbud Kota Mataram menerapkan hal itu.
Suriadi
sepakat dengan pendapat kalangan pendidikan, bahwa kalau memang Pemkot Mataram
ingin menerapkan pola zonasi maka harus ada pemerataan sarana dan prasarana.
Bahkan, pemerataan fasilitas pendidikan mutlak harus dilakukan. Hal ini untuk
mencegah anggapan adanya dikotomi sekolah bagus. Dengan pemerataan fasilitas
pendidikan, diyakini akan menghasilkan output
siswa yang berkualitas. (fit)
Komentar