| HM. Noer Ibrahim |
SEKRETARIS
Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Noer Ibrahim mengaku kaget mendengar
kabar eksodusnya sejumlah pedagang di Pasar Mandalika ke Pasar swasta milik PT.
Pade Angen. ‘’Insya Allah untuk menata kembali supaya berminat lagi pedagang
itu kembali ke Pasar Mandalika. Kita juga akan membuatkan terobosan-terobosan
supaya orang simpatik terhadap pelayanan dari petugas pasar,’’ terangnya kepada
Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat
(2/6).
Noer
Ibrahim berharap, Kepala Pasar Mandalika beserta seluruh jajarannya, agar
mengutamakan kenyamanan dan keamanan pedagang. ‘’Kenyamanan itu harus diikuti
dengan keamanan yang bagus, kebersihan yang bagus dan ketertiban yang bagus,
sehingga pedagang senang dengan tempat yang telah disediakan pemerintah,’’
ujarnya. Terhadap informasi eksodusnya sejumlah pedagang Pasar Mandalika ke
Pasar Pade Angen, Komisi II akan melakukan penelusuran.
Pada
bagian lain, politisi Partai Golkar ini menyebutkan bahwa Pasar Pade Angen
belum mengantongi izin operasional. Mengelola pasar swasta, Pade Angen harus
ada izin. Untuk itu, Noer Ibrahim menyarankan agar Dinas Perdagangan Kota
Mataram mengambil tindakan dengan memanggil pengelola Pasar Pade Angen. Pasar
Pade Angen, lanjut dia, perlu diingatkan agar tidak ‘’merebut’’ pedagang yang
sudah berjualan di Pasar Mandalika.
‘’Tetapi,
kalau memang itu keinginan pedagang, pasti ada yang salah. Terutama kesalahan
manajemen dari kepala pasar beserta seluruh jajarannya, tidak mengantisipasi gejolak-gejolak
dan harapan para pedagang,’’ ungkapnya. Jajaran petugas Pasar Mandalika
dianggap tidak peka terhadap kondisi yang terjadi. Padahal itu dapat mengancam
potensi PAD Kota Mataram.
Ia
tidak heran kalau setoran retribusi Pasar Mandalika akan berkurang. ‘’Kita ndak
mau tahu kalau setorannya retribusi berkurang. Itu rapor kepala pasar beserta
seluruh jajarannya,’’ demikian Noer Ibrahim. Dia mengaku miris dengan persoalan
ini. Ia pesimis target retribusi Pasar Mandalika akan bisa tercapai kalau
banyak pedagang yang berpindah ke pasar swasta.
‘’Kita
harus perbaiki diri. Pelayanan dan lain sebagainya,’’ sarannya. Untuk itu, ia
meminta kepala pasar beserta seluruh jajarannya mengevaluasi diri. Kalau memang
kepala pasar dan jajarannya tidak bisa mengimbangi pedagang supaya pedagang
senang berjualan di sana, maka Komisi II menyarankan Dinas Perdagangan supaya dilakukan
evaluasi. ‘’Kasi kepada orang yang mampu menata pasar supaya nyaman,’’
pungkasnya. (fit)
Komentar