| Fuad Sofian Bamasaq |
SEKRETARIS
Komisi IV DPRD Kota Mataram, Fuad Sofian Bamasaq, SH., angkat bicara terkait
maraknya kasus DBD (demam berdarah dengue) di Mataram. Bahkan 50 kelurahan di
Mataram masuk dalam zona merah penyebaran DBD. ‘’Dengan terkenanya sekian
kelurahan, bukan berarti kami berdiam diri. Kami terus melakukan pemantauan
hingga ke lingkungan-lingkungan,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram kemarin.
Fuad
melihat, ada salah persepsi dari masyarakat terkait penanganan DBD. Masyarakat
kerap kali meminta pemerintah melakukan fogging
atau pengasapan manakala ditemukan ditemukan kasus DBD. Padahal, lanjutnya, fogging tidak selamanya dapat mengatasi
masalah DBD. Penyebaran DBD, berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan. Untuk
itu, cara yang paling efektif mencegah penyebaran DBD adalah dengan menjaga
kebersihan lingkungan.
‘’Fogging itu tidak maksimal, hanya untuk
mengusir nyamuk dewasa, tapi tidak bisa membunuh jentik-jentik,’’ tegasnya. Dalam
hal ini, pemerintah diminta lebih rajin turun ke lingkungan-lingkungan. Selain
memberikan penyuluhan juga membagikan bubuk abate secara gratis. ‘’Kami
prihatin sekali dengan kasus DBD ini. Pemerintah juga belum maksimal untuk
turun,’’ katanya. Artinya, kalau pemerintah lebih memaksimalkan perannya, tentu
kasus DBD di Mataram tidak akan sebanyak saat ini.
Politisi
PDI Perjuangan ini menyarankan Pemkot Mataram lebih memaksimalkan peran
posyandu. ‘’Kan masing-masing posyandu ini memiliki kader. Melalui petugas di
posyandu maupun di puskesmas disosialisasikanlah bagaimana cara penanganan
DBD,’’ ujarnya. Fuad lebih setuju kalau penanganan DBD dengan cara
menggencarkan penyuluhan kepada masyarakat ketimbang melakukan pengasapan.
‘’Saya
lihat bekas kaleng, bekas ban masih berserakan di kampung-kampung. Kalau ada
air itu kan nanti jadi
jentik-jentik,’’ imbuhnya. Yang jelas, pengasapan itu bukan solusi DBD. Sebab,
selain biaya yang mahal, juga dikhawatirkan asap dari kegiatan fogging itu akan menggangu pernafasan
anak-anak. Ia juga meminta petugas kesehatan untuk lebih cermat apabila
menemukan kasus DBD.
‘’Jadi
sebelum difogging diteliti dulu,
kenanya di mana,’’ cetusnya. Ini dimaksudkan agar fogging itu tidak salah sasaran. Intinya, kata Fuad, masyarakat
harus menjaga kebersihan lingkungan. Minimal lingkungan rumah masing-masing.
(fit)
Komentar