| HM. Noer Ibrahim |
MANTAN
Ketua Pansus RTRW pada DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Noer Ibrahim mengapresiasi
kinerja DLH (Dinas Lingkungan Hidup) yang dinilai cukup responsif. Dia
mengklaim bahwa beberapa perubahan dalam Perda RTRW Kota Mataram, sudah
dilaksanakan oleh DLH Kota Mataram. Namun demikian, ia tidak menyebutkan secara
konkret perubahan yang telah dilaksanakan oleh DLH Kota Mataram itu. Dia hanya
menyebutkan bahwa sejumlah titik sampah yang bukan pada tempatnya sudah bisa
teratasi.
Demikian
pula pemanfaatan trotoar sudah dapat dikembalikan sesuai fungsinya. Noer
Ibrahim tidak menyangkal bahwa selama ini banyak masyarakat memanfaatkan
trotoar untuk berjualan dan lain sebagainya. "Sekarang PKL sudah ditata
begitu juga dengan masalah kebersihan. Jadi pemerintah ini sangat respon,"
demikian politisi Partai Golkar ini. Sementara itu terkait pembagian zona, ia
membenarkan bahwa beberapa bangunan terpaksa harus menyesuaikan dengan regulasi
yang kini dalam tahap evaluasi oleh Pemprov NTB.
Misalnya
keberadaan sekolah-sekolah di sepanjang Jalan Pejanggik, Mataram. Noer Ibrahim
menyebutkan bahwa di sana bukan kawasan pendidikan. Sehingga, mau tidak mau,
beberapa sekolah yang ada di sana, harus direlokasi pada zona yang benar.
Pemerintah, katanya sudah menyiapkan lahan di lingkar selatan Kota Mataram.
‘’Jadi nanti semuanya numpul di selatan,’’ klaimnya.
Bahkan,
sambung Noer Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM., telah
mempresentasikan hal itu. ‘’Mungkin pada anggaran 2018 ini mulai dicicil,’’
imbuhnya. Dia menegaskan Jalan Pejanggik merupakan kawasan non campuran.
Sehingga, tidak dibenarkan adanya bangunan sekolah di sana. Oleh karena itu,
sekolah-sekolah yang ada di Jalan Pejanggik akan dipindahkan ke lingkar
selatan.
‘’Nanti
dia pisah dengan komplek perkatoran yang sudah ada, tapi kawasannya sama. Di
sana itu (lingkar selatan, red), merupakan kawasan pemerintahan dan pendidikan.
(fit)
Komentar