| Parhan |
WAKIL
Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Parhan, SH., angkat bicara soal dugaan
penyalahgunaan kendaraan roda tiga yang sedianya dihajatkan sebagai kendaraan
angkutan sampah. Namun pada kenyataannya, sejumlah lingkungan yang mendapatkan
kendaraan operasional angkutan sampah itu diduga menyalahgunakannya.
‘’Kan saya sudah ngomong dari awal, instrumen di bawah sudah siap, petugas
kebersihan sudah siap baru ada kendaraannya, kan langsung beroperasi untuk itu. Yang sekarang inikan instrumen
di bawah belum siap,’’ ujarnya menjawab Suara
NTB di Mataram, Jumat (19/5). Terkait adanya dugaan kendaraan roda tiga
digunakan untuk kegiatan komersil, itu tidak dapat dibenarkan. ‘’Ya kita imbau
para kepala lingkungan untuk tidak melakukan itu,’’ katanya.
Namun
demikian, menurut pemantauan anggota Dewan dari dapil Sandubaya ini, kendaraan
roda tiga itu bukan dimanfaatkan untuk kegiatan komersial, melainkan kegiatan sosial.
‘’Ada orang begawe, nah itu yang dipakai untuk angkut ini
angkut itu,’’ imbuhnya. Hal ini terjadi karena instrumen penggunaan kendaraan
roda tiga itu, belum siap.
‘’Masak
kepala lingkungan mau ambil sampah di tiap-tiap rumah dengan motor itu, kan ndak
bisa,’’ katanya. Pemerintah tidak bisa
menyalahkan kepala lingkungan dalam hal ini. Untuk itu, Parhan mendorong
lahirnya instrumen penggunaan kendaraan roda tiga tersebut. Ia tidak
menyangkal, bahwa masih ada mindset kepala lingkungan yang keliru mengenai
pemanfaatan kendaraan roda tiga.
Politisi
PKS ini berharap, peruntukkannya betul-betul untuk angkutan sampah. Di luar
itu, kalau ada pemanfaatan kendaraan roda tiga untuk kegiatan sosial, dianggap
wajar. ‘’Asalkan, tugas utamanya itu sudah dilaksanakan,’’ pungkasnya. Parhan
mengingatkan agar kendaraan roda tiga itu tidak untuk kegiatan komersil.
‘’Kalau dipakai untuk mengangkut bahan bangunan misalnya semen 10 sak, ini kita
khawatir akan cepat rusak,’’ katanya.
Sementara,
anggaran operasional kendaraan roda tiga ini, belum ada. ‘’Itu juga menjadi
masalah,’’ cetusnya. Parhan menyarankan agar Camat dan Lurah segera
mengumpulkan para kepala lingkungan di wilayahnya masing-masing. Kepala
lingkungan perlu terus diingatkan dan disosialisasikan peruntukkan kendaraan
roda tiga itu. ‘’Supaya tidak menyimpang,’’ tandasnya. (fit)
Komentar