| Gus Arik |
ANGGOTA
Komisi IV DPRD Kota Mataram, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, SE., prihatin
terhadap nasib para perajin Cukli Sayang-Sayang Kota Mataram. Kini kejayaan
kerajinan cukli, mulai redup. Meski sudah sering disuarakan, namun Pemkot
Mataram bergeming. ‘’Itu karena masyarakat perajin cukli tidak pernah
diberdayakan oleh pemerintah daerah,’’ ujarnya kepada Suara NTB di Mataram kemarin.
Untuk
membuat cukli kembali ke masa kejayaannya dulu, menurut Gus Arik, sapaan akrabnya,
paling tidak Pemkot Mataram mengeluarkan instruksi kepada seluruh stake holder
di Kota Mataram agar masing-masing menggunakan furniture dari cukli. Seperti
perkantoran, cukli dan lain sebagainya. Cukli juga sebagai identitas daerah
yang seharusnya itu menjadi kebanggaan daerah.
‘’Bayangkan,
jarang-jarang lo daerah memiliki identitas diri dari kerajinan yang dimiliki.
Kita di NTB, sangat kaya. Ketak, gerabah, kerajinan bambu, termasuk cukli,’’
sebutnya. Gus Arik sangat berharap Pemkot Mataram mengeluarkan instruksi kepada
semua stake holder. ‘’Saya saja pengusaha hotel kecil (hotel melati, red)
dengan bangga menggunakan furniture dari cukli untuk equipment hotel saya,’’ akunya.
Begitu
pentingnya mempertahankan kerajinan cukli sebagai cirri khas Kota Mataram,
politisi Partai Demokrat ini menyerukan agar Pemkot Mataram tidak sekedar
membuat instruksi, tetapi bila perlu membuat Perda (Peraturan Daerah) dan
Perwal (Peraturan Walikota). Dinas Perdagangan Kota Mataram dalam hal ini harus
memiliki inovasi yang tinggi. ‘’Jangan hanya sebatas teoritis belaka, hanya
wacana saja tapi action nol,’’
kritiknya.
Gus
Arik mengatakan, selama ini belum ada inovasi dari Pemkot Mataram untuk
mengangkat derajat dan marwah atau khasanah kerajinan cukli khususnya. ‘’Coba
cek, apa yang pernah mereka lakukan. Apa pameran atau perlindungan terhadap
kekayaan intelektual atau perlindungan terhadap hak cipta, apa sudah? Ndak ada itu, mereka ndak pernah pikirkan itu,’’ sesalnya. Ia
ragu terhadap pernyataan Lurah Sayang-Sayang, Romi Karmin yang sedang menyusun
strategis agar sentra kerajinan cukli bias terus berkembang dan makin dikenal.
‘’Strategi
apa? Saya sudah berulang kali sampaikan agar segera berinovasi, bukan
berteori,’’ tandasnya. Upaya-upaya yang bisa dilakukan Pemkot Mataram untuk
mengembalikan kejayaan cukli dengan cara membuat show, launching dengan membuat
pendaftaran di HAKI, dan lain-lain. (fit)
Komentar