![]() |
| Ketut Sugiarta |
RENCANA
Pemkot Mataram membangun monumen di lingkar selatan Kota Mataram mendapat
tanggapan dari kalangan DPRD Kota Mataram. Terlebih anggaran yang disiapkan
untuk itu, mencapai Rp 5 miliar. "Kalau monumen dengan harga sekian,
memang perlu istilahnya keterbukaan. Kalau ngomong mahal relatif ya. Perlu sosialisasi, apa saja yang
akan dibangun. Yang kedua, barang itu otomatis ditender," ujar anggota
Komisi III DPRD Kota, Drs. I Ketut Sugiarta kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram.
Sebelum
itu, seyogiyanya ada sosialisasi. Apalagi, kabarnya sudah ditentukan desain
pemenangnya. Sehingga publik tidak berpikiran menduga duga. Pemerintah harus
menjelaskan item apa saja yang akan dibangun di lingkar selatan. "Misalnya
pembangunan tugu lebar sekian kali sekian dengan tinggi sekian kemudian
dilengkapi dengan gambar. Sehingga publik bisa menarik kesimpulan bahwa wajar
kalau pembangunan monumen itu membutuhkan anggaran hingga Rp 5 miliar.
Menurut
Ketut Sugiarta, sosialisasi itu paling penting untuk menghilangkan perbedaan
pendapat. Ia setuju dengan apa yang disampaikan Walikota Mataram, H. Ahyar
Abduh bahwa monumen itu harus betul-betul menggambarkan ciri khas Kota Mataram.
"Tapi jangan sampai kesan yang dibikin bagus tapi kenyataan di dalam
jelek, itu justru akan menimbulkan kesan yang kurang baik," ucapnya. Untuk
itu harus diimbangi dengan kondisi di dalam kota itu sendiri.
"Pertama
masuk bagus, ternyata setelah sampai di dalam jelek. Kan akhirnya monumen itu
menjadi tidak berarti," pungkasnya. Idealnya, monumen yang dibangun Pemkot
Mataram nantinya, menggambarkan kondisi di dalam kota. Pemerintah harus mampu
mengaplikasikan monumen itu dengan kondisi nyata. Jangan sampai pengunjung yang
datang ke Mataram hanya mengingat monumen selamat datang tanpa mengingat isi
Kota Mataram itu seperti apa.
Namun
demikian, Ketua Fraksi Gerindra ini yakni, ke depan dengan penataan ruang yang
baru yakni menempatkan sesuatu sesuai zonanya akan membuat pengunjung terkesan.
Ia mencontohkan penataan kawasan pariwisata di sepanjang garis pantai. Dengan
penataan ruang yang tertib, PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Mataram akan
meningkat. Ketut Sugiarta mengaku, sejauh ini belum ada keterlibatan dewan
dalam menentukan pembangunan monumen tersebut. (fit)

Komentar