Serapan Belum Ideal

Herman
ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, Herman, AMd., mengkritisi minimnya serapan keuangan dan fisik SKPD lingkup Pemkot Mataram. Seperti diketahui, dalam empat bulan terakhir, serapan keuangan dan fisik Pemkot Mataram, hanya 13 persen. Capaian ini dianggap tidak ideal. ‘’Ini artinya ada yang perlu diperbaiki dalam hal pengelolaan anggaran di tiap SKPD,’’ ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Rabu (17/5).

Sebab, masing-masing SKPD sudah mempunyai program sendiri. Tinggal bagaimana mereka mengeksekusinya. ‘’Inikan sudah triwulan kedua, sedangkan capaiannya baru 13 persen. Itu artinya ada yang salah. Seharusnya bagaimana mereka memanfaatkan apa yang menjadi program. Segera dieksekusi,’’ katanya. Herman khawatir serapan keuangan dan fisik tidak akan mencapai target.

Ia menilai, ada kultur yang terbangun di SKPD. Bahwa program yang telah disusun, akan dieksekusi di penghujung waktu. Padahal, pola kerja yang seperti itu, berdampak pada kualitas kerja yang dihasilkan. Untuk itu, politisi Gerindra ini mendorong Pemkot Mataram untuk mengubah kultur bekerja mereka. Herman menyayangkan pola kerja di penghujung waktu, masih terjadi di Kota Mataram.

Padahal seharusnya, tiap SKPD sudah mempunyai target serapan tiap triwulan. Termasuk apa yang menjadi program prioritas mereka. ‘’Jangan nunggu akhir tahun anggaran baru mereka mulai bekerja,’’ sesalnya. Karena outputnya tidak sesempurna yang mereka harapkan. Menurut Herman, memasuki bulan Juni nanti, serapan keuangan dan fisik, seharusnya mencapai 50 persen.

‘’Kalau sudah 50 persen, Alhamdulillah, kita acungi jempol eksekutif,’’ katanya. Sayangnya, kenyataannya tidak demikian. Capaian eksekutif saat ini dianggap masih jauh dari harapan. Karena, belum ada satupun program mereka yang rampung. Capaian 13 persen dianggap tidak wajar. Bahkan Herman mengindikasikan bahwa eksekutif tidak bekerja dengan capaian itu.

Ia menyarankan Pemkot Mataram untuk mencari apa yang menjadi persoalan di SKPD sehingga capaian mereka begitu rendah. Kalau rendahnya serapan fisik dan keuangan ini dikaitkan dengan mutasi yang dilakukan Walikota Mataram akhir tahun 2016 lalu, Herman tidak sepakat. ‘’Itu (mutasi) tidak boleh dijadikan alasan. Karena SKPD tidak bergantung sama satu orang,’’ tandasnya. (fit)


Komentar