Sosialisasikan Gotong Royong

Drs. I Ketut Sugiarta
ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta angkat bicara terkait dugaan penyalahgunaan kendaraan roda tiga yang sedianya sebagai sarana angkutan sampah di lingkungan. ‘’Perlu juklak juknis terhadap kendaraan roda tiga itu dan perlu distribusi anggaran di lingkungan itu jelas,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram kemarin.

Artinya, kalau konsentrasi kendaraan roda tiga itu untuk kebersihan, maka pemanfaatannya harus untuk kebersihan. Itu akan membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu, perlu dimatangkan oleh SKPD terkait, karena ujung tombak kebersihan ada di lingkungan. Itu menjadi konsentrasi perhatian dalam penganggaran. Yang mana, salah satunya untuk kebersihan.

‘’Dari hulu sumber sampah. Misalnya dari hulu sudah paham, masyarakat diberikan pemahaman terhadap kebersihan dan lingkungan sehat, hasilnya akan maksimal,’’ terang Ketut Sugiarta. Ketua Fraksi Gerindra ini meragukan komitmen Pemkot Mataram untuk mendapatkan Adipura. ‘’Kalau tidak dari bawah, masyarakat yang dimaksimalkan, menurut saya, Adipura yang kita dapat tidak maksimal,’’ ucapnya.

Jangan sampai Mataram hanya terlihat bersih di luar, tapi di lingkungan-lingkungan justru masih kotor. Oleh sebab itu, Ketut Sugiarta lebih cenderung, kalau anggaran di lingkungan perlu dianalisa untuk menyadarkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tujuan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan sosialisasi gotong royong.

Anggota Dewan dari dapil Mataram – Sekarbela ini memandang gotong royong sebagai kegiatan yang sangat strategis. ‘’Kesehatan, keamanan, silaturahmi, semua akan terjaga melalui gotong royong,’’ imbuhnya. Kalau kegiatan gotong royong dapat berjalan atas dasar kesadaran masyarakat, Ketut Sugiarta yakin Mataram akan terjamin kebersihannya.

Dia tidak menyangkal, keberdaan kendaraan roda tiga itu belum sepenuhnya mampu menjawab harapan masyarakat akan kebersihan lingkungan. Sebab, yang teryalani sampai saat ini hanya sebagian kecil. Kepala lingkungan, menurut dia, perlu dibekali dengan wawasan mengenai kebersihan lingkungan. ‘’Sehingga mereka lebih memahami visi dan misi Walikota,’’ katanya.


Jika tidak diberi pemahaman, dikhawatirkan para kaling keliru mindsetnya terkait pembagian kendaraan roda tiga ini. Karena hajatan awalnya, kendaraa roda tiga itu berfungsi sebagai TPS di tiap lingkungan. (fit)

Komentar